Beranda · Menu · Menu 1 · Menu 2

Page


http: Para pengguna aplikasi browser Google Chrome kini harus berhati-hati dalam menggunakan fitur di dalam software tersebut. Salah-salah aplikasi tersebut akan menjadi sarana para hacker untuk bisa menyadap aktivitas Anda di depan komputer . Seorang developer asal Israel, Tal Ater pun baru saja mengungkapkan kelemahan keamanan yang ada pada aplikasi tersebut. Dia mengungkapkan bahwa fitur speech recognition yang ada di Google Chrome bisa digunakan sebagai sarana penyadapan. Tal Ater pun mendemonstrasikan bagaimana aktivitas penyadapan menggunakan sarana speech recognition bisa dilakukan dalam sebuah video di YouTube. Dalam video tersebut, dia pun mengungkapkan bahwa beberapa situs bisa terus melakukan penyadapan pada saat fitur ini digunakan. Ater pun sudah berusaha untuk memberikan peringatan kepada Google terkait permasalahan tersebut. Dia bahkan sempat mengingatkan Google beberapa kali, yakni pada bulan September dan November. Dan Google dianggapnya kurang serius menanggapi masalah ini. Dan kini, setelah Ater mempublikasikan permasalahan keamanan ini, Google pun langsung memberikan pernyataan resminya. Mereka mengatakan bahwa menyelidiki permasalahan tersebut adalah prioritas utama. via Softpedia Share this article :

Artikel keren lainnya:


CALIFORNIA - Facebook memang telah berhasil memikat hati dunia, tapi lambat-laun tingkat ketertarikan akan menurun. Bahkan para peneliti dari Princeton University memprediksi Facebook akan kehilangan sebagian besar pengguna pada 2017. Facebook memang berhasil bertahan lebih lama daripada pesaingnya seperti MySpace dan Bebo, tapi menurut Princeton, jejaring sosial itu akan kehilangan 80 persen pengguna dalam waktu tiga tahun ke depan. Grafik yang dihasilkan layanan Google Trends dalam penelitian John Cannarella dan Joshua Spechler dari Princeton University ini menunjukkan bahwa pencarian tentang Facebook mencapai puncaknya pada Desember 2012, setelah itu mulai melemah. Keduanya pun menganalogikan Facebook dalam metode epidemiologi. Sebagai catatan, epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta fakor yang terkait di tingkat populasi. Peneliti menggambarkan Facebook seperti penyakit yang menular, tapi para korban (pengguna Facebook) secara perlahan kebal dari penyakit itu. "Idenya adalah seperti penyakit yang berhasil menyebar di antara orang-orang sebelum akhirnya sekarat, hal ini berhasil digambarkan dengan model epidemologi," jelas para penulis dalam sebuah makalah berjudul Epidemiological Modelling of Online Social Network Dynamics. "Ide-ide menyebar melalui kontak komunikatif antara orang-orang berbeda yang saling berbagi ide. Pada akhirnya pemilik ide kehilangan minat dengan ide itu sendiri dan tidak lagi mewujudkan ide tersebut, yang dapat dianggap sebagai keuntungan dari 'kekebalan' terhadap ide tersebut," jelas para peneliti. Demikian seperti dilansir The Guardian, Jumat (24/1/2014). Untuk melakukan studi ini, Cannarella dan Spechler menggunakan model penelitian yang disebut sebagai rentan, terinfeksi, dan pulih (SIR). Model penelitian ini menciptakan rumus untuk memetakan penyebaran dan pemulihan dari ‘epidemi’. (adl)

Artikel keren lainnya: